search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Pemkab Badung Anggarkan Rp34 Miliar untuk Perkuat Keamanan Digital, Fokus Awal di Jembatan Tukad Bangkung
Minggu, 6 April 2025, 10:15 WITA Follow
image

Foto : ilustrasi CCTV (pixabay/ vjkombajn)

IKUTI BERITABADUNG.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABADUNG.COM, KUTA SELATAN.

Pemerintah Kabupaten Badung menunjukkan keseriusan dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan dengan memperkuat sistem keamanan digital di berbagai titik strategis. 

Salah satu fokus utama adalah kawasan Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Petang, yang dikenal sebagai jembatan tertinggi di Asia Tenggara dan menjadi destinasi wisata favorit.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Badung tengah merancang pengadaan dan pemasangan CCTV berbasis teknologi analitik yang terintegrasi langsung dengan instansi keamanan, seperti kepolisian dan aparat desa. 

Langkah ini merupakan respons terhadap berbagai kejadian di masa lalu serta strategi preventif menciptakan lingkungan publik yang aman dan nyaman.

"Sesuai komitmen Bapak Bupati, kami telah memulai perencanaan teknis sejak tahun 2024. Tahun ini kami masuk tahapan pengadaan untuk titik-titik strategis seperti Jembatan Tukad Bangkung, kawasan pariwisata, pelayanan publik, dan ruang publik lainnya," ujar Kepala Diskominfo Badung, IGN Jaya Saputra.

Jaya Saputra mengungkapkan bahwa sistem CCTV yang ada saat ini sudah tidak optimal. Dari 163 CCTV yang terpasang di kawasan pariwisata, sebanyak 101 unit mengalami kerusakan. 

Baca juga:
Polsek Kuta Gelar Pendataan Penduduk Non Permanen di Kelurahan Tuban

Karena itu, Pemkab Badung mengusulkan anggaran sebesar Rp34 miliar untuk pengembangan sistem keamanan digital terbaru.

Teknologi analitik yang akan diterapkan mampu mendeteksi pergerakan mencurigakan secara otomatis dan mengirimkan sinyal ke pusat pemantauan. 

Sistem ini juga akan digunakan untuk memantau pengiriman sampah ilegal di Pantai Kuta, aktivitas wisata seperti surfing, dan pos-pos balawisata.

Inisiatif penguatan keamanan ini sejalan dengan visi misi Bupati Badung dalam mewujudkan pariwisata berkualitas. 

Selain meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan, sistem ini juga menjadi alat pendukung untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

“Ini bukan hanya soal pengawasan, tapi juga sebagai langkah preventif demi keselamatan masyarakat. Dengan integrasi sistem dan sinergi bersama pihak kepolisian serta desa adat, kami berharap kawasan strategis Badung menjadi lebih aman, bersih, dan nyaman,” tambah Jaya Saputra.

Editor: Aka Kresia

Reporter: Humas Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabadung.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Badung.
Ikuti kami